Skip to main content

Apa itu GRIT?

pic : pinterest


Di sekolah, apa yang sebenarnya membedakan siswa yang pintar dengan siswa yang biasa-biasa saja? Apakah itu IQ? Pada kenyataannya, ada saja anak dengan IQ rata-rata tetapi menonjol di kelas. Pada contoh lain, bagaimana kita dapat melihat mana saja calon guru yang dapat menyelesaikan pendidikannya dan menjadi guru yang baik? Bagaimana kita dapat melihat salesman mana yang akan bertahan dan berhasil?

Dalam beberapa konteks berbeda di atas, ada salah satu karakteristik paling menonjol yang dapat memprediksi kesuksesan seseorang. Hal itu bukanlah kemampuan sosial. Bukan pula penampilan. Pun bukanlah IQ. Hal tersebut adalah GRIT.

GRIT adalah passion (gairah) dan ketekunan untuk mencapai goal jangka panjang. Grit artinya memiliki stamina. Grit adalah kelekatan kita pada usaha meraih masa depan yang cerah sepanjang hari. Tidak hanya sehari, sebulan, maupun beberapa tahun. Dan berusaha sekuat tenaga untuk membuat masa depan tersebut menjadi kenyataan. Grit adalah menjalani hidup layakanya maraton, bukan seperti lari sprint.

GRIT adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki. Bukan hanya untuk pelajar, calon guru, dan salesman, tetapi juga untuk kita semua.

Berbakat bukanlah karakteristik orang memiliki grit. Banyak orang berbakat yang tidak berhasil hanya karena mereka tidak berkomitmen. Hal yang dapat membangun grit kita adalah “growth mindset” (pemikiran yang berkembang). Orang yang memiliki “growth mindset” cenderung mudah bangkit saat gagal. Karena mereka percaya bahwa kegagalan bukanlah kondisi yang permanen. Maka dari itu, growth mindset adalah salah satu hal penting untuk dapat membangun GRIT.

Sumber : https://youtu.be/H14bBuluwB8 


Comments

Popular posts from this blog

(。♡‿♡。)

No, it's not like I'm having a crush on you I'm not I don't have any feeling for you (you're not my type btw) It's just because I'm nervous You know that I often feel nervous when I'm with someone I don't really know That is what I feel when you're around It's not your fault And I'm sorry if I ever make you uncomfortable with what I did I'm just feeling nervous But I believe that As time goes by, this feeling will fade And I will get used to you being around  #randomnotes 

Korean Dramas, Its Addiction And The Solutions

With the big Korean wave, many people have been familiar with things related to Korean, like K-pop, Korean foods and culture and of course the dramas. Almost people around the world, especially Indonesian these days is already make Korean dramas as their main entertainment. There are many reasons why people are so attracted and even addicted to Korean Dramas. Some people found the stories are well-written and the etiquette and mannerisms are also interesting. Not only that, it was also wonderful to watch a culture immersed so beautifully in the traditions of the past with carriers of the modernization of society. Some people are also found that the dramas show that we are all the same - anxieties, worries about love and life, and that we all seek the same peace and respect in the world. We all strive to put the best of ourselves and we all struggle whether it’s approval or promotion. Besides having good values that made people attracted to it, watching korean dramas also also have ...

Terjemahannn

SAWAH TANPA PETANI Oleh : Andrea Amalia Salma (Sumber : thejakartapost.com dengan judul A Land Without Farmers oleh Made Anthony Iswara) Kehilangan para petani merupakan hal yang menjadi perhatian bagi sebuah negara. Jika hal itu terus berlanjut, kemungkinan besar, Indonesia tidak memiliki sisa petani dalam kurun waktu 50 tahun. Apa yang akan kita makan? “Ya, kita akan kelaparan,” kata Adang Parman, 58, seorang petani dari desa Ciburial, Jawa Barat. Setiap hari, bapak dari tiga anak ini menuju ke sawah di pagi hari untuk mencabut gulma, menyirami tanamannya atau memetik sayuran. Sementara anaknya membajak sawah dengan traktor. Adang sudah menjadi petani lebih dari 40 tahun. Bertani merupakan pekerjaan yang menuntut dan melelahkan. Hal ini mungkin dapat menjelaskan mengapa semakin sedikit orang yang ingin menggeluti pekerjaan itu. Indonesia kehilangan 5,1 juta petani antara tahun 2003 dan 2013, menjadi 26 juta, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Kecenderungan ini diperkirakan akan b...